Rabu, 09 Februari 2011

C Generation

Saat ini perilaku masyarakat Indonesia, khususnya di perkotaan, telah berubah. Kemudahan mendapatkan informasi membuat masyarakat makin kreatif sekaligus juga tanggap, namun tidak pernah puas.

Menurut Guru Besar Teknologi Informasi ITB Profesor Doktor Suhono Harso Supangkat, informasi memegang peranan penting dan menjadi aset yang sangat berharga. Fenomena ini disebutnya bisa membuat orang tak bisa lepas dari internet.

"Saya sebut ini adalah fenomena C Generation. Karakternya adalah kreatif dan tanggap terhadap hal-hal baru. C Generation ini generasi yang peka terhadap kebutuhan connectivity, convergence, content creative, collaboration, competent dan contextual," papar Suhono.

Banyaknya situs jejaring sosial seperti Facebook, Friendster dan lainnya, yang ia maksud sebagai salah satu sarana pemicu bergesernya perilaku masyarakat.

Tak hanya itu, tambah Suhono, kebiasaan dalam mengakses informasi pun berubah. Jika pada awalnya cukup mendapatkan informasi melalui teks dan gambar statis, saat ini kurang lengkap rasanya jika tidak melihat video streaming-nya.

Informasi yang membanjiri kehidupan masyarakat seringkali tidak memiliki batasan. Hal ini dikhawatirkan bisa membawa C Generation menjadi masyarakat yang gagal apabila tidak ada pengawasan yang menyeluruh.
"Karena saat itu (C Generation) terjadi pengembangannya tidak akan ke arah infrastruktur melainkan pada konten. Nah, dalam pengembangannya perlu disertai rambu-rambu. Jangan sampai akhirnya konten-konten negatif yang berkembang," pungkasnya.

Singkatnya, kata Suhono dalam acara pengukuhan guru besar ITB di Balai Pertemuan Ilmiah ITB, C Generation memiliki tingkat ketergantungan terhadap internet yang sangat besar. Jadi, apakah Anda termasuk C Generation?


 
back to top